buat john winston lennon

December 5th, 2007 by friendstersilit

Aku belum pernah bertemu orang ini.
Aku tak mengenal dia lebih dari pacarku atau atasanku mengenal dia.
Tetapi betapa suaranya begitu membuatku tersedak sesak, terhenyak berserak.
Apa yang keluar dari mulutnya aku berharap mengatakannya sebelum dia.
Diantara 90 ribu nyawa melayang bersama 3,5 juta jiwa yang menjadi korban pasti juga akan mengatakannya.
Semua sudah terlambat? Ya dia bahkan sudah mati sebelum aku lahir.
Dia bahkan sudah mati sebelum banyak orang yang membutuhkan dia mengenalnya.
Bagaimanapun pesannya takkan mati, semua tetap berjalan dan untuk penghormatan kepadanya aku akan memasukkan beberapa lagunya dalam playlist kehidupanku.
Oh jaman digital betapa mudahnya mempersonifikasi apapun untuk kepentingan personal.
Love, Working Class Hero, Oh My Love, Stand by me, Beautiful Boy dan tentu saja Give Peace a Chance.
Seseorang yang akan selalu ku hormati, bahkan anakku akan ku perdengarkan lagunya disela dendang Matthew Gordon Summer.
John Winston Lennon, Seorang pahlawan kehidupan, kemanusiaan, kesenian yang buatku bahkan lebih penting dari siapapun yang akan menjadi presiden negara ini. Panggil aku inasionalis, aku hanya ingin mengenang kehidupan lebih dari sekedar rutinitas dan perebutan kekuasaan yang berujung pada kepemilikan modal.

agama-tuhan-gereja

December 4th, 2007 by friendstersilit

Waah isu katolik tanpa gereja semakin memanas…
geregetan jadinya..lalu apa?lalu bagaimana? setelah bertahun-tahun tertindas dan mengetahui diskriminasi yang kadang tak terlihat (tapi seringnya pada pura-pura tak melihat) dengan alasan kalah jumlah..kalah start..tapi tidak..kita tidak akan kalah karena ini memang bukan pertandingan. Sekarang saya pikir mengangkat permasalahan pembubaran gereja kepengadilan adalah usul yang terbaik..entah pengadilannya bersih apa tidak saya setuju.. namanya juga perjuangan. Kalo pak Camat itu minta maaf ya dimaafkan saja. tapi kalo banyak warga yang jadi gak punya tempat beribadah itu sangat serius, itu melanggar HAM, dan satu-satunya jalan ya tetap hukum lagi(huff..). kalo harus pindah gereja kejauhan susah ya ga usah kegereja dulu..
waah susah banget je masalahnya..

jadi ingat teman saya pernah berteriak “dengan atau tanpa label agama fasis tetaplah fasis..!”
selengkapnya ntar saya sertakan lirik sebuah lagu dari grup hiphop legendaris yang menyatakan bubar 13 Agustus yang lalu setelah berteriak lebih dari 10 tahun terakhir..

Menurut pengalaman saya sewaktu sekolah di sebuah sekolah katolik terkenal di sebuah kota kecamatan di Jawa Tengah, suatu saat guru saya memperingatkan saya untuk melepas semua atribut keagamaan yang biasa dipakai teman2 saya seperti kalung, rosario, dan semua jaket atau kaos yang menunjukkan kerkristenan ( saya sendiri sih tidak pernah pakai..) secara waktu itu adalah masa tergenting ditahun ‘98. Saya sempat marah waktu mendengarnya dan berdebat dengan guru yang bersangkutan. Tapi akhirnya saya hanya bisa plendhas-plendhus ketika ditanya apakah kamu siap mati demi membela Kristus? Hahahahahaha…melempem saya..kalopun mati saya pasti cuma membela pendirian atawa harga diri saya saja..blas ora kristus-kristusan..mungkin ra kepikiran kalo ditantang dianggap kristen yang dianggap musuh..

benar saja..tanggal 20 Mei jam 7 malam ada ancaman penyerangan komplek sekolah saya yang kondiang basis kristen disono..pertama saya kurang percaya kabar itu karena memang sering kami menerima surat kaleng yang menyatakan akan menyerang..tapi…
mak pett…!!!tiba2 semua aliran listrik di kecamatan itu diputus..mencekam sekali..(rasanya Fakk bangetlah pokoknya) beberapa siswa asrama dipilih untuk berjaga termasuk saya..bertemu dengan warga kampung belakang sekolah berkoordinasi dan bersiap berjaga.

Saya cuma bisa bertanya-tanya setengah tak percaya..masa menjelang milenium kedua, kok masih ada kejadian macam itu. Bajingan! gak sempat pamit bapak-ibuk barang wong sudah kebacut siaga merah. Apakah saya membela iman saya? waktu itu saya kira tidak. Saya cuma membela diri saya. Motivasi lain saya cuma membela teman2 saya. Bertahan hidup. Mempertahankan umur 17 tahun yang baru saya dapat hari itu juga.

Jam 10 malam,
Saya dan beberapa teman ditempatkan di Asrama Putri. Duh..tambah bingung..kudu kepiye..degdegan sambil lirak-lirik si dia yang sliwar-sliwer..

Jam 3 pagi,
Walau akhirnya serangan itu digagalkan dibatas kecamatan dan saya mendengar 500an orang ditangkap brimob. gak ada bakar2an, gak ada bunuh2an, saya selamat. saya bukannya berkata iman saya menyelamatkan saya je.. ya matur nuwun Gusti masih ada kesempatan untuk melihat lengsernya rejim tersangar didunia (versi saya) keesokan harinya.

Sekarang jujur saya memang gak begitu suka sama gereja, saya pikir saya cuma kristian sederhana, saya cuma seneng sama Yesusnya. Bukan gerejanya. Saya senang adanya pembicaraan ini..saya jadi punya kesempatan merenung tentang keimanan. yang lama sudah tidak saya jalani. Gereja-Agama-Tuhan analogi yang sampai saat ini saya masih pergulatkan. Sekarangpun saya masih kegereja, masih merayakan kehidupan disana, masih bersyukur menemukan cinta disana(dulu mah bola-bali beda agama..) masih sering terganggu dengan doa umat yang wagu..atau masih sering terkantuk mendengar homili romo ganteng yang datar..aneh tenanlah pokoknya..saya pikir ini perjalanan iman saya..saya tetap mejalaninya meski tak terasa..
Sekarang tak ada gerejapun tak apa buat saya entah lusa.

Terimakasih teman-teman diiringi My Autumn Done Come dari Lee Hazlewood saya menulis.

tabik,

Yudhis
di Kota Y
Malu karena baru saja jadi pelacur (pelan-pelan curhat) tanpa permisi

Puritan
by:Homicide

Adalah bagaimana manusia menyebut nama tuhannya : “tebas lehernya dahulu baru beri dia kesempatan untuk bertanya” / pastikan setiap tema legitimasi agama seperti hak cipta / supaya dapat kucuci seluruh kesucianmu dengan sperma /

persetan dengan Surga® sejak parameter pahala / diukur dengan seberapa banyak kepala yang kau pisahkan dengan nyawa / kini leherku-lah yang membuat golokmu tertawa / target operasi di antara segudang fasis seperti FBR di Karbala /

karena aku adalah libido keamarahanmu yang terangsang dalam genangan darah / selangkangan Shanty jika kau menyebut parang bagian dari dakwah / melahap dunia menjadi pertandingan sepakbola / penuh suporter yang siap membunuh jika papan skor tak sesuai selera /

para manusia-unggul warisan Orientasi Mahasiswa / paranoia statistika agama, wacana-phobia ala F.A.K / B-A-K-I-N tak pernah bubar, mewujud dalam nafas kultural / persis wakil parlemen yang kau coblos dan kau tuntut bubar / partai bisa ular, belukar liberal /

Gengis Khan mana yang coba definisikan moral / persetankan argumentasi membakar bara masalah / dengan kunci pembuka anti-dialektika komprehensi satu bahasa / instruksi air raksa mereduksi puisi hingga ke level yang paling fatal / kehilangan amunisi, sakral adalah ambisi / wadal modernisasi, program labelisasi Abu Jahal / distopia yang tak pernah sabar untuk menuai badai

Untuk setiap kebenaran dan keagungan yang kau bela dengan dakwah / dan membuat orang lain mati bersamamu / untuk setiap ide yang kalian berangus atas nama surga yang kalian harapkan /

Aku bersumpah untuk setiap jengkal markas yang dianggap layak bongkar / dan setiap buku yang nampak lebih berguna jika terbakar / jika setiap hal harus bergerak dalam alurmu yang sakral / sampai api terakhir pun, neraka bertukar tempat dengan aspal / batalyon pembenci Gommorah sucikan dunia dengan darah / tipiskan batas antara kotbah dengan gundukan sampah / jika membaca Albert Camus menjadi alasan badan-leher terpisah / lawan api dengan api dan biarkan semua rata dengan tanah / lubang tai sejarah, memang dunia adalah / kakus raksasa nikahi bongkah kranium kerdil berpinak ludah /

jika idealisme-mu tawaran untuk mengundang surga mampir / berikan bendera dan seragammu, kan kubakar sampai arang terakhir / sratus kali lebih dangkal dari kolom Atang Ruswita / seribu kali lebih busuk dari tajuk majalah Garda / untuk semua idiot yang berfikir semua ide dapat berakhir diperapian / tak ada dunia yang begitu mudah untuk kalian hitamputihkan /

mendukung keagungan layak Heidegger mendukung Nazi / propaganda basi, wahyu surgawi dengan bau tengik terasi / jika suci adalah wajib dan perbedaan harus melenyap / maka jawaban atas wahyu parang dan balok adalah bensin, kain dan botol kecap/ fasis yang baik adalah fasis yang mati / fasis yang baik adalah fasis yang mati / fasis yang baik adalah fasis yang mati / tunggu di ujung jalan yang sama saat kalian mengancam kami! /

Kultum Dasamuka / dengan atau tanpa label agama / fasis tetaplah fasis /

Seingatku…

August 10th, 2007 by friendstersilit

Hari-hari berjalan lebih cepat lagi…tanpa terasa sudah hampir satu tahun aku meminjam jubah bodoh itu untuk merayakan hari istimewa lulusnya aku dari hogwarts sekolah magic dan wizard negeri ternama di kota Y.  Timeout yang aku minta sudah hampir habis. Manager teamku sudah mulai melirik2ku pertanda sudah kian dekat waktunya untuk segera masuk lagi ke arena kehidupan yang lebih nyata.

Yak, sebentar lagi, aku akan memohon pada para wereng coklat negara untuk menerbitkan surat jaminan bahwa aku bukan seseorang yang terlibat banyak masalah, sering merapal mantera di depan muggle atau berbuat onar di negeri sihir.. Meski stiker di gitar Billie Joe Amstrong benar-benar menempel di benakku, Aku tetap harus mendapatkan kartu kuning yang menjelaskan bahwa aku layak bermain di liga premier dari depertemen tenaga kerja dari kementrian sihir.

Tiba-tiba serius lagi. Banyak syarat yang harus aku penuhi, pekerjaan yang menanti, menumpuk dan bertumbukan, menjalar kewajiban disela-sela sms tagihan, dan pertanyaan buah dari konsekuensi permainan bertajuk kehidupan.

Aku jelas bisa menebak apa hasilnya, ketika aku mendampingi Cho Chang dalam sebuah persiapan pertunjukan dimana jika ia berhasil dia akan mengajar di TK sihir Montessori. Aku yakin sekali. Sementara kadang aku tak bisa merapal mantra patronusku sendiri..tak pernah yakin dengan hewan apa yang tergambar disana. Aku pikir yang keluar adalah seekor kumbang bertanduk, tapi kenapa Cho melihatnya sebagai kuda nil?

Aku bukan seorang yang percaya diri, walau sekaligus aku bukanlah orang yang minderan. Yah meskipun tidak sepede para penyihir Brazil, aku tidak seminder penyihir Asia atau penyihir2 Amerika latin yang membutuhkan waktu yang panjang untuk beradaptasi dalam liga premier. Aku bisa menjadi gila dan waras dalam suatu waktu. Aku bisa takut dan berani. Baik dan jahat. Senang dan susah.

Kembali ke masalah waktu yang kian menipis, dalam 1 minggu ini aku harus mendapatkan seluruh syarat2nya, harus aku kirim dan daftar secara on-line, repot juga, tapi yang kutahu, itulah guna sekolahku selama itu. Sekarang kembali ke Cho, dia benar2 diterima menjadi assisten guru sihir di Montessori! Aku senang sekali…Ajaib sekali anak ini…(meski aku sudah tahu dari dulu) tapi dia masih harus menyelesaikan sekolahnya di Hogwarts juga. Belum lagi permasalahan pekerjaannya sekarang(yang jarang atau memang susah  ia sebut sebagai pekerjaan) yaitu menjadi teman belajar bagi seorang anak dari sebuah keluarga penyihir dari timur yang kaya raya. Dia melepaskan kesempatan itu. Aku juga sudah mengira, yang jadi  targetnya kali ini adalah proses.. Benar lagi dugaanku, keajaibannya belum akan berkesudahan. Proses jatuh bangun yang dia alami dalam rangka mencapai higher learning. Cho ku ini memang ajaib. Hei tapi aku bukan penyihir itu.

Seingatku…aku adalah pengantar surat dengan sapu terbang yang seharinya menghabiskan lebih dari separuh waktuku berpacu dengan waktu(huff dia lagi).  Sementara paginya aku mengantar adikku ke sekolah biasa. yap! bukan sekolah sihir. keluargaku bukan keluarga penyihir. Aku hanya mendengar bahwa aku masih keturunan penyihir sakti dari barat negeri ini. Kakekku berkata dia melihat kakek buyutnya pada diriku. Dia bilang kakek buyutnya selalu berpakaian hitam, sering memakai baju terbalik, dan tidak pernah merasa lelah. "Aku sering merasa lelah" kataku, "kapan?"jawabnya. "mmm…"aku lupa ternyata. "Sial!" pikirku.

Seingatku…aku adalah seorang keeper dalam quidditch indoor yang kurang berbakat. Aku adalah desainer yang belum terbukti. Aku adalah pekerja sebuah orkes post-pop yang kondang tetapi entah bagaimana aku merasa terperangkap. Aku adalah seorang kepala sebuah toko pakaian sihir di diagonalley. Setiap hari hanya didatangi orang-orang yang ingin tampak seperti Lucious Mallfoy atau David Beckham. Terakhir seingatku.. aku adalah seorang pegawai biro disain yang bertugas bertemu dengan klien dan masyarakat.

Seingatku…aku baru saja membeli nimbus dirt-jump 2nd-hand yang kubeli dengan harga 180 pound, yang sangat aku sayangi seperti nancy. Seingatku aku berjanji untuk memenuhi amanat orang tuaku..yak yang ku tahu sekarang aku harus berhenti menulis karena waktuku tak banyak. 

Menurunkah Performa Anda?

November 10th, 2006 by friendstersilit

Apakah anda pernah merasa bahwa performa anda belakangan ini menurun? Sejujurnya ada seseorang  yang amat berjasa dalam hidup saya yang 22 jam yang lalu mengatakan kepada saya bahwa saya menurun. Saya sempat kaget dan apakah benar?lalu saya coba mengingat, kapan terakhir saya merasa puas dengan karya saya?, kapan terakhir saya mendapat sebuah kritik maupun pujian?, kapankah saya merasa tertantang? kapankah terakhir kalinya saya mempertaruhkan sesuatu untuk mencoba merealisasikan sebuah konsep yang saya ciptakan sendiri..?

Jawabannya adalah saya kira saya sudah lupa…long long time ago…Faaaakkk!!!! saya mencoba jujur dan melihat apa perubahan yang terjadi satu, dua, tiga atau bahkan 5 atau tujuh tahun yang lewat…damn…sudah lama sekali…saya sekarang adalah seorang antek perputaran modal dan melupakan sebuah karakter pemberontak yang paling tidak pernah ada dan memberikan kepada saya sebuah identitas..sekarang boro2 performa…bagaimana seorang yang hanya ikut arus bisa mempengaruhi arus tersebut?

Apakah anda bangga dengan karakter anda? atau sebelumnya apakah anda punya? atau apakah anda pernah punya? silahkan jawab sendiri…saya juga baru mencari jawabnya.

Mari bersama memasukkan -just- milik radiohead, the adams, atau siapa saja yang pernah menyanyikan lagu yang berjudul kata tersebut itu dalam playlist, berhenti beraktivitas dan pikirkan apa yang akan kita lakukan setelah kita menyadari seberapakah identitas dan karakter kita berperan membawa kita memberikan warna dan bentuk dalam lingkungan sehari2 kita…mari meningkatkan performa kita, meri memperjelas karakter kita…

saya sadar Ki Hajar Dewantoro 100% benar..beliau beegitu layak kita teladani…

the art of growing

November 4th, 2006 by friendstersilit

Musik dan jenis2nya bagi saya ternyata mampu menegaskan fase2 pertumbuhan saya sebagai seseorang. Bukannya mutlak menjadi indikator kedewasaan, namun jika disadari perkembangan pola pikir, perilaku, dan mentalitas yang saya rasakan sangat kental dengan backsound musik2 yang berubah2…dari seorang anak yang tergila2 sandiwara radio, atau lagu2 anak lain a la sanggar cerita, sampai seseorang yang membuat laporan keuangan sambil mendengarkan Kings of Convenience.

Saya masih ingat ketika pertama kali saya mendengarkan lagu the dead boys yang dicover GN’R (bukan Gum N’ Roses seperti kata fila silit)

(bayangkan intro lagu itu fade in…)

Ain’t itfun when you’re always on the run
     Ain’t itfun when your friends despise what you become

     Ain’t itfun when you get so high
     Well…that you, you just can’t come
     Ain’t itfun when you know that you gonna die young 

     It’s suchfun
     Good fun
     Such fun
     Such fun
     Aah suchfun
     Such fun
     Such funaah
     Yeah fun,
     Just fun
     Such… 

     Ain’t itfun when you taking care of number one
     Ain’t itfun when you feel like you just gotta get a gun
     Ain’t itfun when you just can’t seem to find your tounge
     Cause youstuck it too deep into something that really stung
     It’s suchfun, ah 

     Well, sogood to me, they spit right in my face
     I didn’teven feel it
     It wassuch a disgrace 

     I punchedmy fist right through the glass
     I didn’teven feel it
     It happenedso fast 

     Such fun
     Such fun
     Such fun
     Ah suchfun
     Such fun
     Such fun
     Ah suchfun 

     Ain’t itfun when you tell her she’s just a cunt
     Ain’t itfun when you she splits you and leaves you on the bum
     Well, ain’tit fun when you’ve broken up every band that you’ve ever begun
     Ain’t itfun when you know that you’re gonna die young 

     It’s suchfun
     Such fun(x 13)

wow…

saya baru 12 tahun…bayangkan saja seorang anak yang tumbuh dalam keluarga kelas menegah didunia ketiga, mendengar lagu itu menyanyikannya keras-keras dan diulang2..bayangkan kegelisahan itu…lirik yang dahsyat untuk saya. Saya semakin tergila-gila pada Axl Rose dan Duff McKagan (bukan Slash!)

dan saya tadi menemukan kliping yang berquote:

"Watching Guns N’ Roses these days is a lesson in how to lose your way."
Raw, December 1992

Saya merasa ambyar, mulai marah, memberontak apapun, membenci apapun, melawan apapun, bahkan saya mulai menjadi berang pada Sang Causa Prima. 

Lalu saya sempat bermain band disebuah band yang memainkan social distortion, green day, sex pistols, ramones, radiohad dll. Mendengar Punk, membaca Punk, menyanyi Punk dan tak ada jalan lain selain menjadi Punk.

Waktu berlalu, bahkan saya sempat terlibat beberapa perkelahian kecil karena fanatik terhadap aliran musik. Saya semakin banyak mendengarkan Punk (walaupun tidak juga meninggalkan musik lain..) Biohazard, Klover, Candiria, Public Enemy, Gtribe, dan tetap tergila2 pada Sheryl Crow… dan saya tidak lantas melupakan Beatles, Police, ketika akhirnya saya melihat Kurt Cobain yang menurut saya alamak lebih Punk dari siapapun…Saya ingat memainkan lagu2 Green day daklam sebuah acara kampung yang semua yang maen disana adalah orang2 yang paling tidak 5 thn lebih tua…Sampai dibangku SMA saya masih mencoba membawa Punkism kedalam institusi pendidikan yang lebih mirip penjara anak2 berbakat dari pada SMA berasrama. 

Lalu lepas SMA saya masuk kedalam lingkungan para bapak musik elektronik Jogjakarta, saya mulai mendengarkan Massive Attack, Portishead, musik2 yang lebih pelan, so called lowdown…faakkk membingungkan!!!Melancholic bitch, Performance Fucktory, Garden of the Blind, etc. Saya cape…dan suatu hari saya mendengar suara ajaib Brian Molko yang dulu saya anggap aneh karena terdengar banci dalam sebuah filem berjudul Cruel Intention…Saya kembali bersemangat mencari2 The Cure, Bowie, Suede, lalu ketika melihat Trainspotting duh!!! saya cinta musik2 ke-inggris-inggrisan… jatuh cinta pada Blur, dan dalam kehidupan sehari2 begitu kecanduan musik2 yang menggalau. Sampai saya sadar bahwa meski lambat, Sigur ros lumayan memukul keras pelipis saya.

25 tahun…Saya sempat merasakan revolusi buah dari gerakan massa yang menggulingkan salah satu rezim terkuat didunia didalam sejarah dunia modern. Krisis moneter yang diikuti Krisis identitas pada sebuah bangsa. Walaupun saya tetap tenang2 sementara Bapak dan Ibuk saya mencari 9 bahan pokok yang makin langka, musik sedih pengiring pemakaman para pahlawan reformasi sering saya kompilasi sendiri, yah band2 diatas sudah pasti banyak yang masuk playlist imaginary itu.

Sekarang, bahkan untuk seorang saya, yang nyaris menyandang gelar kesarjanaan, saya sering kali memikirkan betapa Fat Mike-nya NoFX jauh lebih mendidik dari guru Fisika atau Seni Proyeksi saya di bangku SMA. OMG!lalu ada apa ini?bagaimana saya merasa menjadi seorang yang sia2 belajar karena ilmu Politik?  Bukan penyesalan mentah, namun permenungan tentang hidup dari sudut pandang jenjang pendidikan dasar ini membuat saya sering bertanya Terus bagaimana jika sampai disini? haruskah saya mendengar musik langgam jawa saja? Karena tidak terbayang apa yang harus saya perbuat dengan gelar ini? Sampai kapan saya merasa bangga sekaligus takut akan tanggung jawab moral seseorang yang bergelar sarjana?

Dalam benak saya terbesit bahwa saya harus segera menemukan lagi lagu apa yang tepat untuk melewati waktu yang makin lama makin cepat berlalu ini. Munkin saya harus mencari CD Homicide-Nekrophone dayz saya dan memutarnya keras2, tapi jangan sampai orang lain dengar, dan pasti saya akan memaknai lagi apa yang telah terjadi.

Buat yang merasa…dan bagi yang tidak, tinggalkan blog ini setelah paragraf pertama…maaf

September 14th, 2006 by friendstersilit

Kalo anda merasa hari ini dan kemarin melakukan teror2 picisan lewat alat komunikasi moderen bernama hp dengan fasilitas sms, dengan nada mengancam, melecehkan, menghina, merendahkan, dan yang pasti mengganggu, segeralah hentikan…

Kegiatan anda diatas benar2 memperburuk image anda yang pastinya pas-pasan, dan gak membanggakan teman keluarga, negara, agama kalo anda punya…

dan jika adik anda (perempuan) yang menerima sms yang intinya bener2 menjelek2kan, merendahkan, menantang, mengancam (padahal sebenernya naksir) apa yang anda akan lakukan?(baik anda laki2 maupun perempuan) pasti anda akan marah bukan?

Ibu ayah anda pasti malu…makanya anda anak tunggal…Mana ada orang tua yang senang anaknya mengancam akan memperkosa perempuan baik2, yang dibilang pelacur lah, ngata2in vaginamu ini vaginamu itu, nantang cowoknya(tp gak berani face to face),  saya tak akan mengampuni orang seperti anda.

Saya tegaskan walaupun anda yang melakukan teror2 td memiliki motif bercanda, anda akan tetap saya hajar! apalagi motifnya benar2 mau menghina…

Anda pasti kesakitan tanpa usaha, dengan mudahnya, dan parahnya tak kunjung berakhir…setiap ketemu pasti say hajar lagi, lagi, lagi dan terus sampai anak cucumu (kalo punya) sadar akan betapa busuknya anda…

Meski Kristian (walau picisan) saya bukan Yesus yang selalu memiliki stok pipi kanan yang jauh lebih kuat…

nikmati saja sengsaranya meninggalkan logika…

tunggu saja

atau cari saja saya ditempat biasa saya berada…

anda pasti mati.

hakgwai

Urban “fakin” poor…

September 14th, 2006 by friendstersilit

Hari ini jam 10 malam saya mendapat kecaman dari mas nano yang dititipkan melalui samid… inti permasalahannya adalah sebagai berikut… Dia tidak terima jika saya mempekerjakan Lemus(seorang ex tukang parkir) menjadi store crew yang kebetulan kosong sejak pandu diangkat sebagai Supervisor gudang dan stok. Malesnya lagi teguran tadi tidak langsung dilayangkan secara langsung kepada saya yang ada di toko sampai kira2 jam 7 malam, bahkan saya lewat warungngnya dan sempet aruh2 dgn nglakson.Tapi cara ppenyampaian klasik seperti yang pernah saya terima ketika masih ada anak2 Puma(Irvan), yaitu dengan mabuk dan marah2 manggil samid.. dan dimarah2in.. Dulu pas Irvan juga gitu… Dia juga menganggap kita gak percaya sama dia dengan nyuruh lemus nyemen lantai yang retak2 tanggal 8 malem sebelum saya kirim laporan per tgl 8… ngomongnya gak enak dan ada ancaman penuh emosi dan ada kata2 mau mukulin saya…saya sempet emosi juga dan pengen saya senggel aja sekalian… kalo mau lebih detil tanya aja ma samid… KARANG YO MABUUUSSS KI BEBAAAKKKK!!!!! keputusanku dan samid tadi me-nonaktif-kan lemus dulu beberapa waktu, dan akan ngajak juki dan samid ketemu mas nano..aku pengen semua lebih enak…baik kerja atau hubungan sosial kemasyarakatan yang merupakan Jobdes saya selaku coorporate secretary… saya pikir besok doi dah baik2 aja, td cm emosi yang kebawa2 pas mabuk,(ndeso!) maaf mas juki…saya sempat emosi dan saya kira lebih baik anda aja yang menghandle masalah ini…saya mau pesen plastik aja…

dengan hormat,

jogja 15 Sept 2006

Yudhistira S Utama

Coorporate Secretary

the beginning of genealogia

April 17th, 2006 by friendstersilit

friendster ini tetap sistem yang silit sekali…hehehehe

pasti lucu sekali kalo kalian tau artinya…hwhwhwhwahahahahaha

silit adalah hahhahahahahahahaaa

oke saya serius…

ehm…

Dalam pencarian saya akan Tuhan saya banyak menemukan silit di dunia, Tuhan yang saya pertanyakan dalam pikiran saya tak kunjung ada jawabannya… padahal saya merasa semakin cape…  Apakah Tuhan punya agama?boro2 agama… Tuhan ya Tuhan…kadang2 ya tuhan…tapi bisa saja TUHAN…. saya sepertinya berhipersemiotika…saya belum lama ini dihajar badai setelah menantang Doi… bisa saja kebetulan…adanya badai Dennis…badai ini…dan itu menghajar Australia, tapi badai yang ini…mmm…benar2 gmana ya nyebutinnya…generasi Mtv akan menyebutnya badai yang buat gua banget…

oallah Tuhan…tuhan…TUHAN …piye uripku iki…Tuhan…apakah anda benar2 sering berdoa kepadanya?mbok saya diajari…saya sudah beberapa waktu ini sukar berdoa…untung saja ada yang nggondeli…yaitu ibuknya ishtar…coba ga ada doi…bisa2 saya waton2nan…

tuhan…saya jg blm membaca apa2 tentang doi…tp doi adalah abstraksi paling keren yang pernah ada…sampai berakar membudaya…

TUHAN adalah awal…adalah genealogi…tapi menurut saya TUHAN itu adalah sesuatu yang bersebab…saya menentang teori causa prima…tp ntar dulu saya tak baca2 dulu…

anyone…GOD…

you say goodbye…and i say hello…